Bahasa Tak Terucap
Ujian Kebaikan Manusia
Seorang anak kecil berdiri di tepi dermaga di tepi sungai yang panjang dan berkelok. Dua perahu menuju ke arahnya. Sang anak siap memulai ujian kebaikan manusianya.
Saat perahu pertama mendekat, ia tersenyum selebar mungkin dan melambaikan tangannya untuk menyapa. Tidak satu pun orang di perahu pertama membalas lambaiannya. Setiap penumpang saling melirik satu sama lain. Dalam bahasa tak terucap, mereka memutuskan untuk tidak bertindak, untuk melihat seorang anak kecil melambaikan tangan dari dermaga dan tidak melakukan apa-apa, untuk melanjutkan percakapan mereka seolah anak di tepi dermaga itu tak terlihat.
Kemudian perahu kedua datang. Sekali lagi, sang anak tersenyum lebar dari telinga ke telinga dan mengangkat tangannya untuk melambaikan tangan. Banyak orang membalas lambaiannya. Mereka melambaikan tangan dengan senyum lebar yang menyingsing di bibir mereka. Semangat yang berbeda mengalir dalam nadi mereka. Mereka berbicara dalam bahasa tak terucap yang berbeda.
A story by Pemba Umoja