Sebuah Pasak di Dunia

Jembatan yang terlalu pendek untuk menjangkau

Sebuah Pasak di Dunia — a story by Pemba Umoja

Seorang anak kecil dari Lebanon pergi ke sirkus di Israel. Itu adalah sirkus pertamanya, dan pertunjukan akan segera dimulai. Tiba-tiba, ia merasakan tepukan tajam di bahunya. Seorang wanita Yahudi yang lebih tua menatapnya.

"Mengapa kalian begitu membenci kami? Mengapa kalian ingin berperang dengan kami?" tanyanya.

Anak kecil itu terkejut. Butuh beberapa tegukan untuk mengumpulkan keberanian menjawab.

"Kami tidak, eh, kami tidak ingin berperang dengan kalian. Kami ingin damai," jawabnya.

Wanita Yahudi yang lebih tua menatapnya. Dia menatap balik. Kemudian lampu padam, dan badut serta akrobat masuk berbaris.

Beberapa waktu kemudian, anak kecil itu bertemu pamannya di pinggiran Beirut. Dia menceritakan kisah wanita Yahudi itu kepada pamannya, bersikeras bahwa mereka juga menginginkan perdamaian.

"Jangan terlalu naif," tegas pamannya. "Orang Israel membenci kita, dan mereka ingin berperang dengan kita. Mereka ingin menghancurkan kita."

Paman itu memandangi anak itu saat ia duduk di bangku di bawahnya. Anak itu memandangi balik.

Sejenak, anak kecil itu membayangkan dirinya bergelantungan di antara dua dunia—dua dunia yang sangat membutuhkan sebuah jembatan.

Tapi tubuh kecilnya tidak cukup panjang.

A story by Pemba Umoja