Hidup menjadikan kita batu yang halus, mengikis sudut-sudut kita riak demi riak.

Sebuah aforisme Pemba Umoja

Dari puisi “Batu di Genggaman”

Hidup menjadikan kita batu yang halus, mengikis sudut-sudut kita riak demi riak.
Bagikan Bagikan lewat WhatsApp Simpan sebagai gambar

Dibagikan dengan bebas. Jika ia tinggal padamu, teruskanlah.