Menelan
Cinta sebagai penyerahan, napas sebagai ilusi
Aku mencintaimu seperti aku tak bisa bernapas
Seperti aku berada di bawah air
Dan engkau di atas
Matahari bersinar menembus arus
Yang perlu kulakukan
Hanyalah menelan air
Mati
Naik
Tak perlu bernapas lagi
Cinta adalah detak jantungku
Engkau adalah oksigenku
A poem by Pemba Umoja