Ode untuk Jiwa Pengembara

Jelajahi Lebih Jauh

Sebagian orang merasa paling nyaman berada di satu tempat.

Sebagian lain merasa nyaman di seluruh dunia.

Tidak perlu memilih satu tempat indah dan menyatakan semua tempat lain kurang berharga.

Gunung.

Gurun.

Desa.

Kota.

Pulau.

Hutan.

Sungai.

Pasar yang ramai.

Jalan yang sepi.

Pagi yang dingin.

Laut yang hangat.

Dunia adalah satu tubuh.

Mengapa menghabiskan seumur hidup hanya menatap telapak tangannya?

Pergilah lihat apa lagi yang ada di sana.

Dunia Adalah Satu Tubuh

Bayangkan menghabiskan seluruh hidupmu menatap telapak tanganmu sendiri.

Mungkin telapak itu indah.

Kamu bisa mengenal setiap garis.

Setiap lipatan.

Setiap tanda.

Tapi itu tetap hanya satu bagian dirimu.

Aku memandang dunia dengan cara yang sama.

Setiap negara, pulau, budaya, dan lanskap adalah bagian dari sesuatu yang lebih besar.

Bepergian tidak selalu berarti melarikan diri dari rumah.

Kadang justru membantu kita memahami rumah dengan lebih baik.

Dan kadang, semakin jauh kita pergi, semakin jelas kita melihat betapa banyak yang dimiliki bersama oleh sesama manusia.

Kamu Tidak Perlu Kaya

Bepergian bisa sangat mahal.

Tapi tidak harus begitu.

Kamu bisa menginap di hotel bintang lima.

Kamu juga bisa menginap di hostel, area perkemahan, losmen, homestay, kereta tidur, atau kabin feri.

Kamu bisa makan di restoran ternama.

Atau mengikuti antrean pekerja lokal di warung kaki lima.

Kamu bisa menyewa sopir pribadi.

Atau berjalan kaki.

Uang bisa membuat perjalanan lebih nyaman.

Uang tidak bisa menjamin perjalanan itu lebih bermakna.

Kadang kenyamanan justru memisahkan kita dari tempat yang sebenarnya ingin kita rasakan.

Sebagian pengalaman perjalanan yang paling berharga nyaris tak berbiaya.

Sebuah percakapan.

Sebuah matahari terbit.

Sebuah jalan setapak.

Sebuah makanan yang dibagi bersama.

Seorang asing yang menolongmu.

Sebuah bahasa yang belum sepenuhnya kau pahami.

Sebuah tempat yang kemarin belum pernah kau dengar namanya.

Mulailah dengan Ransel

Kamu tidak perlu memulai dengan perjalanan keliling dunia.

Mulailah dengan dua malam.

Naiklah kereta ke tempat yang belum pernah kau kunjungi.

Seberangi perbatasan dengan bus.

Berkemahlah di sebuah pulau.

Menginaplah di hostel.

Berjalanlah menyusuri sebuah kawasan tanpa rencana.

Makanlah sesuatu yang namanya tak bisa kau ucapkan.

Pelajarilah cara mengatakan:

Halo.

Tolong.

Terima kasih.

Lalu lihat apa yang terjadi.

Jiwa pengembara tidak ditentukan oleh jarak.

Ia ditentukan oleh rasa ingin tahu.

Kelilingi Dunia

Ya, masih mungkin membeli tiket yang dirancang khusus untuk membawamu keliling dunia.

Dua aliansi maskapai besar menawarkan tarif resmi keliling dunia.

Star Alliance memungkinkan pelancong menyusun perjalanan keliling dunia melalui maskapai-maskapai anggotanya.

Aturan dasarnya saat ini antara lain:

oneworld juga menawarkan produk keliling dunia, termasuk oneworld Explorer berbasis benua dan Global Explorer berbasis jarak.

Tiket resmi keliling dunia belum tentu pilihan yang paling murah.

Kadang kombinasi tiket terpisah, poin maskapai, maskapai berbiaya rendah, dan perjalanan darat justru lebih efektif.

Tapi ada sesuatu yang begitu klasik dalam mengatakan kepada sistem pemesanan:

“Saya ingin berkeliling dunia, tolong.”

Jangan Terbang Melewati Segalanya

Pesawat terbang adalah keajaiban.

Ia juga sangat pandai membuat dunia lenyap.

Satu bandara.

Beberapa jam.

Bandara lain.

Semua yang ada di antaranya menghilang.

Cobalah sesekali menolak membiarkannya menghilang.

Naik kereta.

Naik bus.

Naik feri.

Seberangi perbatasan dengan berjalan kaki bila itu legal dan memungkinkan.

Saksikan bahasa berubah.

Saksikan makanan berubah.

Saksikan rumah-rumah berubah.

Saksikan lanskap berubah.

Biarkan geografi terjadi secara bertahap.

Rome2Rio membandingkan cara bepergian antar tempat dengan kombinasi kereta, bus, feri, penerbangan, mobil, dan transportasi lainnya.

Ini sangat berguna saat kamu tahu tujuanmu tapi belum tahu caranya sampai ke sana.

Naiklah Kereta

Ada sesuatu yang sangat berbeda ketika tiba di suatu tempat lewat jalur darat.

Kamu telah melihat jaraknya.

Kamu telah merasakannya.

Salah satu sumber independen yang sangat berguna adalah The Man in Seat 61.

Situs ini menjelaskan cara bepergian dengan kereta dan feri di seluruh Eropa serta banyak bagian Asia, Afrika, Amerika, dan Australasia.

Alih-alih memperlakukan transportasi sekadar sebagai kerepotan di antara tujuan, situs ini memperlakukan perjalanan itu sendiri sebagai bagian dari petualangan.

Jalur kereta bisa berubah.

Perbatasan bisa berubah.

Perang dan kondisi politik bisa berubah.

Selalu periksa informasi terkini sebelum mencoba rute darat internasional yang panjang.

Ambil Jalan yang Lebih Jauh

Misalkan kamu ingin bepergian dari London ke Istanbul.

Kamu bisa terbang.

Atau kamu bisa melewati kota-kota dan lanskap di sepanjang perjalanan.

London.

Paris.

Wina.

Budapest.

Bucharest.

Istanbul.

Tiba-tiba transportasi bukan lagi sekadar yang terjadi di antara pengalaman.

Ia adalah pengalaman itu sendiri.

Gagasan yang sama bisa diterapkan hampir di mana saja.

Singapura melintasi daratan Asia Tenggara.

Cape Town melintasi Afrika bagian selatan.

Buenos Aires menuju Patagonia.

Vancouver melintasi Kanada.

Lisbon menuju Istanbul.

Pertanyaan pentingnya bukan selalu:

Seberapa cepat aku bisa sampai di sana?

Kadang pertanyaannya adalah:

Apa yang mungkin kutemukan jika aku tidak buru-buru?

Menginaplah di Tempat yang Menarik

Tempat kamu menginap bisa mengubah seluruh karakter sebuah perjalanan.

Pertimbangkan sebuah hostel.

Sebuah area perkemahan.

Sebuah losmen kecil.

Sebuah homestay yang dikelola penduduk setempat.

Sebuah kereta tidur.

Sebuah kabin feri.

Banyak hostel menawarkan akomodasi murah, dapur bersama, dan ruang bersama tempat para pelancong bertemu.

Kini banyak juga yang menawarkan kamar privat selain tempat tidur asrama.

Hostelling International adalah jaringan global organisasi hostel yang telah berdiri lama.

Lalu ada juga berkemah.

Kadang kamar paling murah punya langit-langit paling indah.

Sebuah tenda bisa membuatmu mampu menginap di tempat-tempat luar biasa dengan biaya yang sangat kecil.

Selalu ikuti aturan perkemahan setempat dan hormati lahan pribadi serta lingkungan yang rapuh.

Bepergian dengan Sepeda

Sepeda mengubah skala dunia.

Jarak menjadi nyata.

Bukit menjadi sangat nyata.

Desa-desa yang akan lenyap dari pandangan pesawat menjadi tempat singgah makan siang.

Warmshowers adalah komunitas keramahan sedunia yang dibuat khusus untuk pesepeda tur.

Pesepeda yang sedang bepergian dapat terhubung dengan orang-orang dalam komunitas sepeda di sepanjang perjalanan mereka.

Pergilah ke Tempat yang Belum Pernah Kau Dengar

Paris itu indah.

Begitu juga Roma.

Pergilah.

Tapi sesuatu yang menarik terjadi saat kamu berhenti mengenali semua nama di peta.

Bukalah salah satu peta.

Menjauhlah dari ibu kota.

Perhatikan pulau-pulau.

Perhatikan kota-kota perbatasan.

Perhatikan jalan-jalan yang berakhir di laut.

Perhatikan jalur kereta yang menuju tempat yang belum pernah kau pikirkan.

Bertanyalah:

Ada apa di sana?

Wikivoyage adalah panduan wisata dunia yang gratis, non-komersial, dan disusun bersama oleh para pelancong.

Panduan ini mencakup destinasi, itinerari, buku frasa, dan topik-topik perjalanan.

Atlas Obscura sangat berguna untuk menemukan tempat-tempat alam, budaya, sejarah, dan kadang unik yang menakjubkan.

Ikuti Sebuah Musim

Puisi itu berkata:

Mengejar musim keluar masuk awan

Jadi kenapa tidak?

Perjalanan tidak harus disusun berdasarkan negara.

Ikuti sesuatu.

Kadang itinerari terbaik bukanlah daftar tempat.

Melainkan sebuah gagasan.

Seberangi Samudra Secara Perlahan

Mungkin tidak ada cara yang lebih baik untuk mengingatkanmu bahwa dunia ini luas.

Feri terus menghubungkan pulau-pulau, garis pantai, dan negara-negara di seluruh dunia.

Perjalanan feri memungkinkanmu menyaksikan satu pantai menghilang dan pantai lain akhirnya muncul.

Ada perbedaan mendasar antara mengetahui secara akal bahwa samudra itu luas dan benar-benar menyeberangi sebagiannya secara perlahan.

Saat merencanakan perjalanan feri, gunakan operator feri lokal terkini bila memungkinkan karena rute dan jadwal sering berubah.

Bepergianlah Sendiri Sesekali

Bepergian sendirian pada awalnya bisa terasa tidak nyaman.

Lalu sesuatu berubah.

Tidak ada orang lain yang menentukan di mana kamu makan.

Tidak ada orang lain yang menentukan kapan kamu pergi.

Tidak ada orang lain yang berkata:

“Untuk apa kita ke sana?”

Kamu jadi lebih mudah didekati karena tidak ada siapa pun di sampingmu untuk diajak bicara.

Kamu belajar meminta bantuan.

Kamu belajar bahwa sendirian tidak selalu sama dengan kesepian.

Dan kamu belajar sesuatu yang berharga:

Kamu bisa tiba di suatu tempat tanpa mengenal siapa pun sama sekali

dan baik-baik saja.

Bepergianlah Bersama Seseorang Sesekali

Namun di sisi lain:

Kenangan yang dibagi bersama adalah hal yang indah.

Sebuah jalan yang terlewat bersama.

Sebuah hotel yang buruk.

Sebuah matahari terbenam yang megah.

Sebuah perselisihan soal arah.

Sebuah makan yang menjadi legenda keluarga.

Tidak ada satu cara yang benar untuk menjadi pengembara.

Bepergianlah sendiri.

Bepergianlah bersama.

Bepergianlah saja dengan penuh kebaikan.

Tinggallah Cukup Lama Sampai Bosan

Ada bahaya lain dalam pengembaraan.

Bergerak begitu cepat hingga di mana pun hanya menjadi pemandangan.

Tiga negara minggu ini.

Empat kota minggu depan.

Foto.

Foto.

Foto.

Lalu hilang.

Ada nilai dalam sesekali tinggal sampai sesuatu berhenti terasa eksotis.

Temukan sebuah toko kelontong.

Cucilah pakaian.

Pelajari kafe mana yang punya kursi paling enak.

Naiki bus yang sama dua kali.

Perhatikan orang yang membuka toko setiap pagi.

Tujuan bepergian jauh bukan untuk sekadar menyentuh permukaan dunia.

Melainkan untuk menemukan seberapa dalam permukaan itu sesungguhnya.

Hitunglah Lebih Sedikit

Negara bisa dihitung.

Pengalaman tidak bisa.

Ada kesenangan dalam mencatat tempat-tempat yang pernah kau kunjungi.

Peta itu menyenangkan.

Daftar itu menyenangkan.

Sebuah pulau baru tetap bisa membuat jiwa pengembara tersenyum.

Tapi berhati-hatilah agar tidak mengubah dunia menjadi papan skor.

Seseorang yang telah mengenal tiga tempat secara mendalam mungkin telah menempuh perjalanan lebih jauh dalam arti yang penting dibandingkan seseorang yang hanya melintasi sembilan puluh tempat.

Kumpulkan kenangan.

Kumpulkan persahabatan.

Kumpulkan kesalahpahaman.

Kumpulkan pandangan yang berubah.

Kumpulkan cerita.

Cap paspor bisa ikut serta saja.

Bawalah Lebih Sedikit

Sulit mengembara dengan bebas sambil menyeret rumahmu ke mana-mana.

Untuk banyak perjalanan, kamu membutuhkan lebih sedikit dari yang kau kira.

Semakin sedikit yang kau bawa, semakin mudah untuk berjalan dari stasiun, mengubah rencana, naik feri, menaiki tangga, dan berlayar terus.

Pelajari Lima Kata

Sebelum tiba di suatu tempat, pelajarilah setidaknya:

Dan mungkin juga:

Lezat.

Kefasihan tidak diperlukan.

Usaha akan diperhatikan.

Bahasa adalah salah satu pintu terkecil menuju dunia orang lain.

Bukalah pintu itu.

Pergilah dengan Rendah Hati

Jiwa pengembara adalah seorang tamu.

Jangan berharap dunia akan menata ulang dirinya untukmu.

Berpakaianlah berbeda ketika kesopanan menuntutnya.

Mintalah izin sebelum memotret orang.

Pelajari apa yang dianggap suci.

Pelajari apa yang dianggap tidak sopan.

Belanjakan uang secara lokal bila memungkinkan.

Jangan menawar seseorang hingga jatuh miskin demi kesenangan memenangkan lima ribu rupiah.

Hormati satwa liar.

Hormati lingkungan yang rapuh.

Hormati rumah orang lain.

Tinggalkan tempat seperti saat kau menemukannya, atau bahkan sedikit lebih baik.

Keistimewaan melihat dunia datang dengan kewajiban yang setara:

Jangan merusak apa yang kau datangi untuk dikagumi.

Sebelum Kamu Berangkat

Rasa kagum itu penting.

Begitu pula akal sehat.

Sebelum perjalanan internasional, periksalah:

IATA mengelola Travel Centre untuk memeriksa persyaratan dokumen perjalanan internasional.

Persyaratan bisa bergantung pada kewarganegaraan, paspor, titik transit, tujuan, lama, dan maksud kunjungan, serta sering berubah.

Jiwa pengembara boleh spontan.

Jiwa pengembara tidak boleh sembrono.

Biarkan Jalan Mengubahmu

Tidak banyak gunanya melihat dunia jika kamu bersikeras bahwa segala sesuatu di dalamnya harus membenarkan apa yang sudah kau percayai.

Perjalanan sesekali akan membuatmu tidak nyaman.

Bagus.

Gagasan seseorang tentang makan malam mungkin mengejutkanmu.

Agama seseorang mungkin membingungkanmu.

Asumsi politik seseorang mungkin sama sekali berbeda darimu.

Seseorang yang punya sangat sedikit mungkin sangat murah hati.

Seseorang yang tinggal di tempat yang kau diperingatkan untuk hindari mungkin membuatmu merasa diterima.

Intinya bukan untuk setuju dengan semua orang.

Intinya adalah menemukan bahwa dunia lebih luas daripada gambaran yang kau simpan di kepalamu.

Perlengkapan Sang Pengembara

Pertanyaan untuk Jiwa Pengembara

Komunitas Jiwa-Jiwa Pengembara

Mungkin suatu hari ini bisa menjadi lebih dari sekadar halaman.

Sebuah tempat kecil untuk berkumpul bagi orang-orang yang mengembara di dunia.

Di mana kamu sekarang?

Ke mana kita harus pergi?

Tempat mana yang mengejutkanmu?

Siapa yang kau temui?

Apa yang diajarkan jalan itu kepadamu?

Kartu pos dari perjalanan tidak perlu panjang.

Kadang beberapa kalimat sudah cukup.

Renungan Penutup oleh Pemba Umoja

Beberapa perjalanan paling awal saya dilakukan dengan anggaran pas-pasan, ransel, dan tenda.

Di pulau Moorea di Polinesia Prancis, saya berkemah hanya dengan beberapa dolar per malam di samping resor mewah.

Saya berjalan di pantai yang sama dengan tamu resor. Saya menikmati lautan yang sama. Dan di malam hari, kami menatap bintang-bintang yang sama.

Bepergian tidak harus mahal.

Bagi saya, dunia bagaikan satu tubuh. Jika kamu hanya menikmati satu tempat, itu bisa seperti menghabiskan seumur hidup memandangi telapak tanganmu.

Telapak tangan mungkin indah.

Tapi mengapa tidak menjelajahi sisanya?

Dunia adalah satu kesatuan, penuh dengan keindahan yang luar biasa.

Keluarlah dan lihatlah.