Menari dengan Malaikat
Puisi tentang inspirasi kreatif dan bimbingan ilahi
Terkadang
mereka meminjamkan
sayap mereka
Aku tidak menyangka
sayap itu bisa dilepas
Mungkin mereka juga
tetap menyimpan milik mereka
Aku tidak begitu yakin
Aku tak bisa melihat mereka
dengan mataku
Tapi aku bisa mendengar mereka
dengan hatiku
dan melihat mereka
dengan jiwaku
Terkadang
aku khawatir
mereka akan meninggalkanku
bahwa aku tak lagi
cukup baik
bahwa mobil-mobil
klakson-klakson
hiruk-pikuk kehidupan
akan membuatku tuli
Maka aku harus menemukan
tempat-tempat sunyi
untuk pikiranku beristirahat
Saat itulah
mereka berbisik
Saat itulah
aku menulis
Bukan
saat itulah
mereka menulis
menggunakan tangan mereka
untuk membimbing tanganku
Mengapa mereka memilihku
Mengapa
Saat itulah
mereka terdiam…
Mungkin karena
kedamaian terbesarku
adalah mendengarkan mereka
berbagi kata-kata mereka
mengintip
ke dalam keabadian
A poem by Pemba Umoja