Jalan Semesta

Sebuah renungan tentang kehilangan, kefanaan, dan apa yang menanti di seberang.

Jalan Semesta — a poem by Pemba Umoja

Akan jadi apa David,

bocah kecil tanpa bunda?

Atau Mary,

wanita tua tanpa suami?

Atau Egor,

pria yang kehilangan saudarinya?

Di jalan menuju Moskow,

kita kehilangan begitu banyak.

Daftarnya memanjang

hingga ke bulan dan kembali.

Kelak kita 'kan hilang,

seperti bunda David,

suami wanita tua itu,

saudari Egor.

Kita 'kan hilang dan ditemukan

di jalan semesta.

Mungkin jalan ini

adalah perhentian,

sebuah persinggahan sekejap

dalam raga manusia,

lalu kita pergi lagi,

laksana lebah mencari nektar.

Tiap hidup memberi kita

sesuatu yang manis

dan sengat pula.

Lalu kita berangkat lagi,

terbang di antara bintang-bintang.

Atau mungkin

kita hanya sirna.

Hanya itu.

Sebuah puisi oleh Pemba Umoja