Kalung untuk Zawadi

Permata dari kenangan, kenangan dari waktu

Kalung untuk Zawadi — a poem by Pemba Umoja

Hadiah paling berharga

yang harus kuberikan adalah sebuah kalung—

kalung yang terbuat dari permata,

permata dari kenangan,

kenangan dari waktu

yang dihabiskan bersama dalam tatapan satu sama lain.

Dengan setiap hari baru

kita membentuk manik baru,

memolisnya dengan cerah,

dan mengikatnya ke benang.

Panjang dan mewah,

ia tumbuh.

Saat kau tanpaku,

hiasi dirimu

dengan kemegahan permata-permata ini.

Tataplah dalam setiap permata,

dan kau akan menemukanku di sana—

memujamu,

cinta kita mekar sempurna.

Hadiah paling berharga

yang harus kuberikan adalah sebuah kalung—

kalung yang terbuat dari permata,

permata dari kenangan,

kenangan dari waktu

yang dihabiskan bersama dalam tatapan satu sama lain.

Di setiap manik

ada catatan hidup kita.

Jika permata memudar warnanya,

begitu juga kenangan.

Jika permata hilang,

begitu juga hari yang pernah dijalani.

Dan jika kalung tergelincir

dari leher

begitu juga

jatuh tahun-tahun

ke dalam kekosongan.

Sebuah puisi oleh Pemba Umoja