Sesaat Lagi
Napas Keheningan
Beri aku
sesaat
untuk bernapas.
Menghirup
gelombang.
Menghirup
bayu
awan
langit
rerumputan liar
bebatuan sejuk
pasir
Dan sesaat
untuk mengembus
senyuman
cinta
tawa
harapan.
Dan sesaat lagi
dan sesaat lagi
dan sesaat lagi.
A poem by Pemba Umoja