{"seoTitle":"Ikan Terompet — Sebuah Cerpen dari Danau Malawi | Kisah Pemba Umoja","seoDescription":"Sebuah cerpen berlatar Danau Malawi: seorang nelayan sebelum fajar, seorang pengunjung dengan kamera, dan pertanyaan tentang siapa yang sebenarnya terperangkap. Oleh Pemba Umoja.","keywords":"cerpen Danau Malawi, kisah tentang bertahan hidup, kisah tentang penghakiman, cerpen Afrika, fiksi pendek kontemporer, Pemba Umoja, Trumpetfish, Trumpet Fish Pemba Umoja, Pemba Umoja Trumpetfish","content":{"p1":"Rocky tinggal di dekat desa Chembe di Danau Malawi.","p2":"Setiap pagi, ia akan bangun pukul 4 dan pergi dengan perahu dalam kegelapan malam ke sisi jauh Pulau Mumbo untuk memasang jala-jalanya. Menjatuhkan botol-botol plastik untuk menahan jala-jalanya dan menebarkannya di sepanjang danau.","p3":"Di China, ikan terompetnya akan laku ratusan dolar, tetapi Rocky hanya akan mendapat 50 sen per ikan dari para pedagang di desa—mereka yang akan menyelundupkan ikan itu di dalam kompartemen tersembunyi truk-truk penuh pisang.","p4":"Separuh dari ikan-ikan itu akan mati bahkan sebelum sampai di Lilongwe.","p5":"Para pedagang akan menyuap para petugas di bandara, sambil memberi label palsu pada ikan-ikan itu. Mereka akan memberi pewarna pada ikan agar kulitnya berubah hitam untuk sementara waktu demi menghindari deteksi.","p6":"Rocky terus-menerus menghindari Departemen Taman Nasional dan Satwa Liar, tempat paman dan sepupunya bekerja. Ia juga membawa pulang champa dan kampango. Adik-adiknya tidak tahu tentang bisnis sampingannya menangkap ikan langka dari sebuah taman nasional.","p7":"Semua orang mengira Rocky hanyalah seorang pria pekerja keras.","p8":"Suatu hari, seorang turis bernama Julia dari sebuah tempat bernama New Jersey datang ke Cape Maclear, ke Thumbi Lodge. Ia menyewa perahu untuk mengunjungi pulau-pulau dan menyaksikan elang memakan ikan.","p9":"Saat mereka mengitari sisi jauh pulau itu, Julia melihat sebuah perahu kecil di dekat sebuah teluk. “Apa yang sedang dilakukan pria itu?” tanyanya pada kapten dengan saksama.","p10":"“Dia sedang menangkap ikan secara ilegal,” jawab sang kapten. “Jaraknya kurang dari 100 meter dari pantai.”","p11":"Julia mulai merekam video. “Mendekat ke arahnya,” tuntut Julia. Sang kapten mengarahkan perahu mahoni biru mereka semakin dekat dengan Rocky.","p12":"Baru setelah mereka nyaris menabrak jala Rocky, ia menyadari ponsel Julia. Kameranya menangkap setiap gerakannya. Jala-jala itu ada di tangannya. Ikan terompet itu menggeliat di dalam jala. Saat ia mengurainya, ikan-ikan itu berjatuhan laksana air terjun warna-warni ke dalam ember.","p13":"Denda untuk penangkapan ikan ilegal sangat berat dan disertai hukuman penjara.","p14":"Rocky akan dipermalukan, diusir dari desanya. Satu-satunya rumah yang pernah ia kenal.","p15":"Kepanikan memantul-mantul di benaknya. Saat ikan terompet megap-megap mencari napas, Rocky membayangkan dirinya terjebak di dalam sebuah jala raksasa.","p16":"Julia mulai berteriak. “Kena kau! Kena kau!” Rocky bergidik mendengar serapah kasarnya.","p17":"Orang tua Rocky tewas dalam sebuah kecelakaan. Sebuah truk pisang menabrak mereka di pinggir jalan desa saat membanting setir untuk menghindari lubang. Sebagai yang tertua, Rocky berjuang untuk menafkahi adik-adiknya.","p18":"Kapten membawa perahunya tepat ke samping perahu Rocky. Keduanya terombang-ambing berdampingan di dekat teluk, melayang di atas terumbu karang yang rapuh. Julia terus mengejek Rocky. “Kena kau. Kena kau.”","p19":"Rocky memegang pisau ikan di tangannya. Pisau yang ia asah setiap hari. Pisau yang ia gunakan untuk memfilet ikan bagi adik-adiknya.","p20":"Rocky melompat ke atas perahu Julia. Terkejut oleh tubuhnya yang melompat, Julia menjatuhkan ponselnya di dek mahoni.","p21":"Rocky menyambarnya dan melemparkannya tinggi-tinggi ke udara hingga nyaris mengenai seekor hamerkop sebelum tercebur ke danau. Elang-elang mengintip dari tebing-tebing karang yang tinggi di atas.","p22":"“Hei, kau tidak boleh melakukan itu!” teriak Julia.","p23":"“Yah, kau juga tidak bisa begitu saja merekamku tanpa izinku,” jawab Rocky.","p24":"“Nzanga, nzanga, m’bale.”","p25":"“Ndili nawe. Ndili nawe. Tentu saja, nzanga, saudaraku,” bisik sang kapten pelan.","p26":"Rocky membelakangi Julia dan mengangguk pada sang kapten saat ia kembali ke perahu kecilnya.","p27":"Julia merosot di dek mahoni yang basah, tenggelam dalam air mata, tercekik kehabisan napas.","p28":"Ikan-ikan terompet berjuang untuk bernapas di dalam jala-jala mereka.","p29":"Rocky sebebas elang-elang yang membubung di atasnya.","p30":"Rocky bisa memberi makan keluarganya satu hari lagi.","p31":"Julia kembali ke darat, bertekad untuk menceritakan kepada semua temannya di media sosial tentang kengerian hari itu.","p32":"Jaring privilese mencekiknya seperti ikan terompet yang masih menggeliat di dalam jala Rocky, menahan pandangannya di dalam serat-seratnya yang basah kuyup."}}