{"line1":"Jika aku bisa membotolkan cintaku untukmu,","line2":"mengekstraknya dari hatiku dan jiwaku sendiri,","line3":"sebotol sampanye yang luar biasa","line4":"akan kubuat.","line5":"Ia akan menjadi ramuan segala penyakit—","line6":"cairan paling dicari","line7":"di bumi yang dikenal manusia.","line8":"Lebih dari mata air DeLeon,","line9":"ia akan termasyhur.","line10":"Dan seperti Cawan Suci, ia akan","line11":"tersembunyi, hilang di sepanjang zaman.","line12":"Hanya dalam pikiran manusia mereka bisa bermimpi","line13":"tentang rasa yang kutemukan dalam dirimu,","line14":"bersama minum dan lemparkan ke laut.","seoTitle":"Bersama Minum — Puisi Cinta sebagai Mitos dan Ramuan","seoDescription":"Sebuah puisi romantis di mana cinta menjadi sampanye, Cawan Suci, dan akhirnya persembahan bersama ke laut — oleh Pemba Umoja.","keywords":"puisi bersama minum, puisi romantis, puisi sampanye, puisi Cawan Suci, puisi cinta, Pemba Umoja puisi"}