{"seoTitle":"Tiga yang Gugur — Puisi tentang Saksi Bisu dan Nama yang Terlupa","seoDescription":"Sebuah elegi pendek oleh Pemba Umoja untuk tiga pria tanpa nama yang gugur di dekat tebing karang — dikenang oleh pohon-pohon ek, sebuah puisi, dan sebuah lukisan di dinding Fort Henry James.","keywords":"puisi elegi, puisi tentang ingatan, puisi nama terlupa, puisi pohon ek, Fort Henry James, puisi kontemplatif, puisi Pemba Umoja","line1":"Heningnya tiga yang mati","line2":"menjadi pohon-pohon ek","line3":"dengan ribuan tangan sebesar tapak","line4":"","line5":"kulit kayu lebih tebal dari misteri waktu","line6":"di tubir tebing karang.","line7":"","line8":"Tiga lelaki gugur","line9":"tertembus peluru atau panah","line10":"","line11":"Konon darah mereka mengalir ke perairan asin","line12":"","line13":"Dari mereka tiada yang tersisa","line14":"bukan nama mereka","line15":"tanggal lahir mereka","line16":"asal-usul mereka","line17":"","line18":"Hanya sebuah puisi","line19":"sebuah lukisan","line20":"tentang jejak-jejak keberadaan mereka","line21":"","line22":"pada dinding-dinding","line23":"Fort Henry James."}