{"seoTitle":"Masih Biru | Puisi oleh Pemba Umoja","seoDescription":"Baca \"Masih Biru\", sebuah puisi alam kontemplatif karya Pemba Umoja tentang jangkrik, embusan angin, mentari yang hangat, dan udara segar.","keywords":"puisi Masih Biru, puisi alam, puisi kontemplatif, puisi Pemba Umoja, puisi singkat tentang alam","line1":"bersembunyi di balik","line2":"kasa","line3":"mendengarkan para jangkrik","line4":"dan embusan angin","line5":"berpelukan dengan mentari yang hangat","line6":"waktu kita untuk menyatu","line7":"aku telah punya waktu manusiawiku","line8":"dan percakapan-percakapan","line9":"tapi hari ini aku belum bicara pada rumput","line10":"tidak juga pada dahan-dahan pohon","line11":"tidak juga pada para rusa","line12":"mereka tak minum","line13":"kopi tapi tak apa","line14":"mereka pantas dimaafkan","line15":"ada cukup udara segar","line16":"untuk cangkir-cangkir mereka","line17":"setidaknya untuk saat ini","line18":"kita masih ingat aromanya","line19":"saat langit masih biru"}