{"seoTitle":"Terus Berlayar — Sebuah Puisi tentang Pikiran, Diri, dan Pelayaran Hidup oleh Pemba Umoja","seoDescription":"Pikiran adalah perahu layar, diri adalah penonton di dermaga. Sebuah puisi kontemplatif tentang melakukan dan menyaksikan, ketenangan dan gejolak, saat kita mengarungi hidup. Oleh Pemba Umoja.","keywords":"puisi tentang pikiran dan diri, puisi metafora pelayaran, puisi kontemplatif, puisi tentang mengamati hidup, puisi Pemba Umoja","s1l1":"Pikiran adalah perahu layar","s1l2":"mengalir di atas angin","s2l1":"tetapi diri dapat melihat pelautnya","s2l2":"dari dermaga.","s3l1":"Angin kencang","s3l2":"mengembalikan diri pada pikiran","s3l3":"pada perahu","s3l4":"di ambang terbalik.","s4l1":"Pantulan di atas air","s4l2":"mengembalikan pikiran pada diri","s5l1":"kepada penonton di dermaga","s5l2":"mengamati pelaut","s6l1":"melintasi angin dan ombak","s7l1":"bergerak tak terlihat","s7l2":"dari dermaga ke perahu","s7l3":"perahu ke dermaga,","s8l1":"Kita berlayar mengarungi hidup","s8l2":"melintasi sungai dan samudra","s8l3":"tenang dan penuh gejolak","s9l1":"melakukan, menyaksikan, berpikir, mengamati","s10l1":"berbagi lautan dengan yang lain","s10l2":"dan dermaga"}