{"line1":"Di sebuah pub berasap, kaum muda gelisah","line2":"saling melempar pandang melintasi","line3":"untaian udara keruh.","line4":"","line5":"Anak-anak, rapi dalam balutan biru dan putih","line6":"seragam sekolah, bergandengan tangan—","line7":"sebagian melompat-lompat, yang lain tertawa.","line8":"Asap knalpot hitam legam yang selalu ada","line9":"berpusar tak kasatmata di belakang mereka.","line10":"","line11":"Piring-piring raksasa, melimpah ruah","line12":"udang segar, kepiting, lobster air tawar, sayuran","line13":"mentah renyah, dan ikan kukus panas","line14":"berpindah dari tangan ke tangan. Sebagian besar","line15":"pengunjung, yang sudah kenyang, meninggalkan porsi besar","line16":"untuk dibuang ke tempat sampah.","line17":"","line18":"“Tak punya Ibu, tak punya Ayah, tak punya Abang,","line19":"tak punya Kakak. Beri saya sesuatu—10 rupee.”","line20":"Anak itu mengulurkan tangan-tangan mungilnya ke dalam","line21":"taksi. Mata lonjongnya yang tak bernyawa","line22":"menatap dari balik bibir melepuh digerogoti tikus.","line23":"Dengan nada datar, ia mengulang kalimat itu","line24":"berkali-kali.","line25":"","line26":"Pipi kemerahan, rambut keemasan, terbalut","line27":"dan terselip dalam pakaian salju hangat, anak-anak itu","line28":"menunggang dengan gagah melewati taman hiburan musim dingin","line29":"di atas kuda poni Shetland mereka, melintasi","line30":"lorong kerlap-kerlip lampu Natal.","line31":"","line32":"Tanpa alas kaki dan berpakaian lusuh, berlarian di antara","line33":"tumpukan sampah, anak-anak itu terkikik dan bersembunyi.","line34":"Seekor sapi raksasa berdiam di dekatnya, makan di","line35":"ladang sampah yang tengik.","line36":"","line37":"Aku berada","line38":"di dunia ini","line39":"dan walau begitu,","line40":"aku hidup","line41":"dengan sengaja mengabaikan","line42":"derita itu.","seoTitle":"Waktu Nyata — Puisi tentang Ketimpangan Global dan Kesadaran","seoDescription":"Puisi tajam yang menyandingkan adegan kemewahan dan kemiskinan yang terjadi bersamaan di seluruh dunia, memaksa pembaca menghadapi keterlibatannya.","keywords":"puisi waktu nyata, puisi ketimpangan, puisi kesadaran global, puisi kemiskinan, puisi keadilan sosial"}