{"line1":"Sentuhlah aku saat aku menangis bersamamu awan.","line2":"Topang aku dalam kabutmu.","line3":"Jangan biarkan aku jatuh ke laut.","line4":"Biarkan aku melengkungkan punggungku di atasmu.","line5":"Dengan tanganmu di pinggangku,","line6":"angkat aku lebih tinggi menuju kehangatan matahari","line7":"—untuk berjemur dalam kemuliaan karena hidup.","seoTitle":"Rarotonga — Puisi Sensorik tentang Penyerahan Diri dan Transendensi","seoDescription":"Puisi bercahaya tentang penyerahan kepada alam dan transendensi hidup — oleh Pemba Umoja.","keywords":"puisi raratonga, puisi alam, puisi transendensi, awan dan laut, puisi hidup, puisi Pemba Umoja"}