{"seoTitle":"Cangkang Kerang — Puisi Tentang Pembaruan dan Laut Dingin","seoDescription":"Sebuah puisi hening tentang seorang nelayan, cangkang kerang lapuk, dan penyelaman di laut dingin — apa yang terambil, apa yang dikembalikan. Karya Pemba Umoja.","keywords":"puisi cangkang kerang, puisi laut, puisi pembaruan, puisi nelayan, puisi laut dingin, puisi kontemplatif, puisi Pemba Umoja","line1":"Cangkang kerang tergeletak","line2":"berpasir","line3":"kering","line4":"mengerut di bawah mentari","line5":"","line6":"Nelayan tua itu","line7":"memungutnya","line8":"dengan tubuh rentanya","line9":"membawa keduanya","line10":"ke air yang sedingin es.","line11":"","line12":"Tanpa ekspresi","line13":"ia masuk","line14":"","line15":"Air es itu","line16":"merambat perlahan","line17":"ke mata kakinya","line18":"tulang keringnya","line19":"pinggulnya","line20":"dadanya","line21":"lehernya","line22":"seluruh dirinya","line23":"","line24":"Di sana ia menyelam","line25":"memegang cangkang kerang","line26":"menahan napas","line27":"bertanya akankah ia kembali","line28":"","line29":"Menit-menit berlalu","line30":"bersama ombak","line31":"","line32":"Lalu dengan satu rengah besar","line33":"ia muncul","line34":"sebagai pria muda","line35":"","line36":"Cangkang kerang itu bersinar","line37":"ungu cemerlang","line38":"dipelitur oleh laut","line39":"","line40":"Ia jatuhkan cangkang kerang itu","line41":"ke dalam debur ombak","line42":"Dan ke hamparan pasir","line43":"ia kembali","line44":"","line45":"Mentari mulai menyengat","line46":"tubuhnya lagi","line47":"","line48":"namun laut dingin tak pernah jauh."}