{"line1":"Aku hidup di dunia magenta","line2":"dengan ufuk-ufuk merah jambu","line3":"dan langit-langit terlukis","line4":"tempat pelikan meluncur","line5":"di atas lautan berlesung pipit.","line6":"Ufuk melengkung","line7":"tempat gunung berapi mengukir","line8":"bentuknya di langit.","line9":"Saat kapal pesiar kami menuju utara","line10":"udara asin menelan benakku","line11":"dalam dekapan hangat.","line12":"Aku hidup.","line13":"Hidup di sebuah dunia","line14":"ciptaanku sendiri.","seoTitle":"Dunia Magenta — Sebuah Puisi Tentang Keberhidupan di Galápagos","seoDescription":"Sebuah puisi yang hidup tentang berada di dunia magenta dengan cakrawala merah jambu, burung pelikan, dan siluet gunung berapi di Galápagos. Oleh Pemba Umoja.","keywords":"puisi tentang Galapagos, puisi dunia magenta, puisi pelikan, puisi pulau vulkanik, puisi keberhidupan"}