{"seoTitle":"Bunda Tersayang — Puisi tentang Surat Seorang Bunda dan Kehidupan Kata-kata","seoDescription":"Sebuah puisi lembut tentang satu-satunya surat dari seorang bunda, tentang hidupnya kata-kata tertulis, dan harapan sunyi untuk bertemu kembali di atas halaman. Karya Pemba Umoja.","keywords":"puisi tentang bunda, puisi surat dari ibu, puisi duka dan kenangan, puisi kata-kata tertulis, puisi Pemba Umoja","line1":"Bunda tersayang,","line2":"","line3":"Aku ada karena engkau pernah ada, Bunda.","line4":"","line5":"Kudengar suaramu lewat satu-satunya surat yang pernah kau tulis untukku.","line6":"","line7":"Tulisan tanganmu indah sekali, Bunda.","line8":"","line9":"Kata-katamu mengalir laksana ombak di atas pasir, suaramu hangat serupa air.","line10":"","line11":"Engkau hidup kembali lewat jiwa kata-kata dalam sepucuk surat, Bunda.","line12":"","line13":"Hidupmu bermula di kalimat pertama.","line14":"","line15":"Berulang, dan berulang, dan berulang.","line16":"","line17":"Kata-katamu bisa abadi, Bunda.","line18":"","line19":"Selama ia dihidupkan.","line20":"","line21":"Kata-kata tertulis membuat kita bisa bicara bahkan setelah tiada.","line22":"","line23":"Saat aku tiada dan kata-kata ini dibaca, kita akan mendengar bersama","line24":"berdampingan","line25":"dan barangkali kita akan hidup kembali","line26":"meski hanya sesaat.","line27":"","line28":"Salam sayang,","line29":"","line30":"Pemba."}