{"line1":"Derap langkah di padang penuh lumpur.","line2":"Ratusan, ribuan,","line3":"cakrawala penuh","line4":"derap langkah.","line5":"Menghantam, mengaduk.","line6":"Menghantam, mengaduk.","line7":"Guntur memacu deru—","line8":"menggetarkan amarah","line9":"ke dalam diriku.","line10":"Tanpa tali kekang,","line11":"bebas.","line12":"Terjang","line13":"Terjang","line14":"Terjang","line15":"menggetar","line16":"terentang","line17":"telapak tangan meriak","line18":"ke dalam diriku.","seoTitle":"Terjang — Puisi Tentang Kekuatan dan Guntur Kawanan yang Menerjang","seoDescription":"Sebuah puisi kinetik tentang guntur derap kuda melintasi padang berlumpur, di mana amarah kawanan itu menjadi kekuatan yang mewujud. Oleh Pemba Umoja.","keywords":"puisi tentang kekuatan, puisi kuda menerjang, puisi kawanan bergemuruh, puisi kinetik, puisi kekuatan alam"}