{"seoTitle":"Kelimapahan — Puisi Singkat Tentang Kekayaan Sejati dan Lautan Berkilau","seoDescription":"Sebuah puisi singkat karya Pemba Umoja tentang kelimpahan yang berkilauan di lautan, dari puncak gunung, di dalam senja, dan di mata semua yang memandang — bebas untuk kita semua syukuri.","keywords":"puisi kelimpahan, puisi syukur, puisi laut, puisi kekayaan, puisi kontemplatif, puisi alam, puisi Pemba Umoja","line1":"Segala yang berkilau adalah emas","line2":"kala ia gemerlap di atas lautan yang beriak.","line3":"","line4":"Tiada kekayaan yang lebih agung,","line5":"tiada anugerah yang lebih luhur,","line6":"selain emas yang","line7":"berlayar di atas","line8":"debur ombak.","line9":"","line10":"Meski kau coba","line11":"menimbun piala-piala dunia.","line12":"","line13":"Semoga kau sejahtera.","line14":"","line15":"Kelak mungkin kau 'kan duduk bersamaku di bangku ini","line16":"di tepi tebing karang,","line17":"","line18":"dan akhirnya melihat","line19":"kelimpahan yang telah","line20":"ditinggalkan untuk kita semua.","line21":"","line22":"Tak perlu mencoba memilikinya.","line23":"Ia ada di sini untuk kita semua syukuri.","line24":"","line25":"Berkilau di atas lautan,","line26":"dari puncak-puncak gunung,","line27":"di dalam senja,","line28":"","line29":"berpendar dari","line30":"rembulan yang arif,","line31":"","line32":"di dalam mata","line33":"semua yang memandang."}