{"seoTitle":"Jalan Setapak di Colique Cane - Sebuah Puisi oleh Pemba Umoja","seoDescription":"Sebuah puisi oleh Pemba Umoja tentang sesosok yang menyendiri di persimpangan hutan, memilih antara jalan setapak danau berkabut dan bukit kecil bercahaya mentari tempat kekasih menanti.","keywords":"Puisi Jalan Setapak di Colique Cane, puisi jalan setapak hutan, puisi cinta dan kesendirian, puisi alam renungan, puisi-puisi Pemba Umoja","line1":"Aku seorang diri","line2":"dikelilingi hutan.","line3":"Jalan setapak terbentang.","line4":"Ke kiri,","line5":"rumpun tebu,","line6":"jalan tanah menuju rerimbun Alicres.","line7":"Ke kanan,","line8":"kekasihku.","line9":"Ia telah berjalan kembali menuju","line10":"pelabuhan.","line11":"Ia melambai padaku.","line12":"Pilihanku—","line13":"pergi ke kiri menuju hutan,","line14":"ke dalam kabut di tepi danau","line15":"atau","line16":"pergi ke kanan","line17":"ke dalam manik-manik cahaya mentari","line18":"yang menari di atas bukit kecil","line19":"tempat kekasihku menanti.","line20":"Pepohonan tinggi menyandarkan","line21":"dahan-dahannya pada","line22":"pundakku yang lelah.","line23":"Aku harus berdiam di sini sejenak."}