{"line1":"Hadiah paling berharga","line2":"yang harus kuberikan adalah sebuah kalung—","line3":"kalung yang terbuat dari permata,","line4":"permata dari kenangan,","line5":"kenangan dari waktu","line6":"yang dihabiskan bersama dalam tatapan satu sama lain.","line7":"","line8":"Dengan setiap hari baru","line9":"kita membentuk manik baru,","line10":"memolisnya dengan cerah,","line11":"dan mengikatnya ke benang.","line12":"","line13":"Panjang dan mewah,","line14":"ia tumbuh.","line15":"","line16":"Saat kau tanpaku,","line17":"hiasi dirimu","line18":"dengan kemegahan permata-permata ini.","line19":"","line20":"Tataplah dalam setiap permata,","line21":"dan kau akan menemukanku di sana—","line22":"memujamu,","line23":"cinta kita mekar sempurna.","line24":"","line25":"Hadiah paling berharga","line26":"yang harus kuberikan adalah sebuah kalung—","line27":"kalung yang terbuat dari permata,","line28":"permata dari kenangan,","line29":"kenangan dari waktu","line30":"yang dihabiskan bersama dalam tatapan satu sama lain.","line31":"","line32":"Di setiap manik","line33":"ada catatan hidup kita.","line34":"","line35":"Jika permata memudar warnanya,","line36":"begitu juga kenangan.","line37":"","line38":"Jika permata hilang,","line39":"begitu juga hari yang pernah dijalani.","line40":"","line41":"Dan jika kalung tergelincir","line42":"dari leher","line43":"begitu juga","line44":"jatuh tahun-tahun","line45":"ke dalam kekosongan.","seoTitle":"Kalung untuk Zawadi — Puisi Kenangan, Cinta, dan Perjalanan Waktu","seoDescription":"Sebuah puisi tentang hadiah kenangan bersama yang dirangkai seperti permata pada kalung di mana setiap manik menyimpan hari yang dijalani — oleh Pemba Umoja.","keywords":"puisi kalung, puisi kenangan dan cinta, permata waktu puisi, puisi Zawadi, Pemba Umoja puisi"}